Kamis, 23/10/2008 09:00 WIB
Robot Tanaman, Bisa Keluarkan Oksigen Hingga Bergoyang
Fransiska Ari Wahyu - detikinet
Robot Tanaman (itexaminer)
Jakarta - Anda pecinta tanaman sekaligus pecinta robot? Kini dua benda kesayangan Anda tersebut berpadu menjadi satu.
Para peneliti di Chonnam National University telah mengembangkan sebuah robot tanaman yang dapat melakukan berbagai macam hal layaknya tanaman sesungguhnya, misalnya humidifying (menambah uap air), memproduksi oksigen, mengeluarkan wewangian dan fungsi kinetik.
Meski demikian, dikutip detikINET dari ITexaminer, Kamis (23/10/2008), robot yang memiliki karakteristik seperti tanaman pot, dan bertinggi 130 cm serta diameter 40 cm ini tidak dapat tumbuh atau berkembang biak.
Robot tanaman ini dilengkapi pot, batang tanaman, lima kuncup bunga yang tampak seperti mawar Sharon. Tak hanya itu, robot tanaman ini juga dapat merespon rangsangan dari luar, seperti sentuhan manusia, musik atau cahaya.
Jika Anda berada dalam jarak sekitar 40 cm dari bunga, sebuah sensor supersonik akan menanggapi rangsangan dari Anda dan batangnya akan melengkung ke arah Anda, serta bunga akan mekar. Robot ini akan kembali ke posisi normal saat Anda beranjak pergi.
Jika ada suara manusia yang lebih keras daripada volume biasa, kuncup bunga akan mekar, dan batangnya akan bergetar seolah mengucapkan salam. Ketika ada cahaya menerpa, kuncup bunga akan membuka dan menutup. Sedangkan ketika ada musik, tanaman tersebut akan bergoyang.
Rabu, 22 Oktober 2008
Kirim E-mail ke Presiden, Programmer India Diringkus
Selasa, 21/10/2008 07:35 WIB
Kirim E-mail ke Presiden, Programmer India Diringkus
Fransiska Ari Wahyu - detikinet
ilustrasi (diolah/sxc.hu)
India - Berkirim e-mail sah-sah saja sejauh tidak merugikan orang lain. Namun, bagaimana jika e-mail dikirimkan pada presiden dan isinya adalah ancaman? Tentu lain soal.
Seorang programer di Infosys Technologies India nekat berkirim e-mail ancaman kepada Presiden India, Pratibha Patil. J. Sriram, 24, nama programmer itu, nekat mengirim e-mail ancaman ke Presiden karena mengaku tidak puas dengan situasi politik di negara India.
Dikutip detikINET dari Computerworld, Selasa (21/10/2008), Sriram menuding bahwa para tokoh politik bertanggung jawab atas segala masalah politik di India.
Sekitar 16 e-mail yang dikirimkannya ke Presiden pada tanggal 11 dan 12 Oktober lebih dari sekadar luapan kekecewaan atas sistem politik di negaranya, tapi lebih mengarah ke ancaman. Aksi Sriram ini terungkap setelah polisi melacak alamat IP (Internet Protocol) si pengirim e-mail. Akhirnya, polisi meringkus Sriram.
sumber:detiknet.com
Kirim E-mail ke Presiden, Programmer India Diringkus
Fransiska Ari Wahyu - detikinet
ilustrasi (diolah/sxc.hu)
India - Berkirim e-mail sah-sah saja sejauh tidak merugikan orang lain. Namun, bagaimana jika e-mail dikirimkan pada presiden dan isinya adalah ancaman? Tentu lain soal.
Seorang programer di Infosys Technologies India nekat berkirim e-mail ancaman kepada Presiden India, Pratibha Patil. J. Sriram, 24, nama programmer itu, nekat mengirim e-mail ancaman ke Presiden karena mengaku tidak puas dengan situasi politik di negara India.
Dikutip detikINET dari Computerworld, Selasa (21/10/2008), Sriram menuding bahwa para tokoh politik bertanggung jawab atas segala masalah politik di India.
Sekitar 16 e-mail yang dikirimkannya ke Presiden pada tanggal 11 dan 12 Oktober lebih dari sekadar luapan kekecewaan atas sistem politik di negaranya, tapi lebih mengarah ke ancaman. Aksi Sriram ini terungkap setelah polisi melacak alamat IP (Internet Protocol) si pengirim e-mail. Akhirnya, polisi meringkus Sriram.
sumber:detiknet.com
Wow... Tanaman Bisa 'Menulis' Blog
Fino Yurio Kristo - detikinet
Midori (reuters)
Tokyo - Aktivitas ngeblog bukan hanya bisa dilakukan manusia saja. Buktinya di Jepang, ada tanaman dalam pot yang cukup rutin 'memposting tulisan' di blog sehingga diklaim sebagai tanaman pertama yang bisa ngeblog.
Tanaman bernama Midori itu ada di sebuah kafe di dekat Tokyo. Midori 'menulis' blog dengan bantuan sensor yang ditautkan di daunnya. Sensor itu mendeteksi sinyal tanaman saat merespon cahaya serta sentuhan manusia.
Data yang didapat kemudian dikombinasikan dengan cuaca dan temperatur sekitar. Kemudian informasi tersebut bakal diterjemahkan menjadi postingan blog dalam bahasa Jepang yang sudah terprogram di komputer yang ada di dekat Midori.
"Hari ini cuaca cerah dan aku bisa mandi matahari... Aku merasa cukup bersenang-senang hari ini," demikian salah satu postingan dalam blog Midori tertanggal 16 Oktober 2008.
Satoshi Kuribayashi, akademisi di Keio University yang berada di balik proyek tersebut memaparkan bahwa tujuan tanaman unik ini adalah untuk mengungkap keadaan internal tanaman.
"Kami khususnya tertarik mengetahui seperti apa perasaan tanaman," katanya seperti dikutip detikINET dari Telegraph, Kamis (23/10/2008).
sumber :/jkt3.detikinet.com/
Fino Yurio Kristo - detikinet
Midori (reuters)
Tokyo - Aktivitas ngeblog bukan hanya bisa dilakukan manusia saja. Buktinya di Jepang, ada tanaman dalam pot yang cukup rutin 'memposting tulisan' di blog sehingga diklaim sebagai tanaman pertama yang bisa ngeblog.
Tanaman bernama Midori itu ada di sebuah kafe di dekat Tokyo. Midori 'menulis' blog dengan bantuan sensor yang ditautkan di daunnya. Sensor itu mendeteksi sinyal tanaman saat merespon cahaya serta sentuhan manusia.
Data yang didapat kemudian dikombinasikan dengan cuaca dan temperatur sekitar. Kemudian informasi tersebut bakal diterjemahkan menjadi postingan blog dalam bahasa Jepang yang sudah terprogram di komputer yang ada di dekat Midori.
"Hari ini cuaca cerah dan aku bisa mandi matahari... Aku merasa cukup bersenang-senang hari ini," demikian salah satu postingan dalam blog Midori tertanggal 16 Oktober 2008.
Satoshi Kuribayashi, akademisi di Keio University yang berada di balik proyek tersebut memaparkan bahwa tujuan tanaman unik ini adalah untuk mengungkap keadaan internal tanaman.
"Kami khususnya tertarik mengetahui seperti apa perasaan tanaman," katanya seperti dikutip detikINET dari Telegraph, Kamis (23/10/2008).
sumber :/jkt3.detikinet.com/
Dihadang Tool Anti Pembajakan Microsoft, User Ngamuk
Dihadang Tool Anti Pembajakan Microsoft, User Ngamuk
Fransiska Ari Wahyu - detikinet
Software Bajakan (Ist.)
Jakarta - Pengguna komputer di China naik pitam gara-gara Microsoft meluncurkan tool anti pembajakan. Bahkan ada yang tak segan mendeskripsikan Microsoft sebagai cracker terbesar di China.
Kekesalan user ini terkait program 'Windows Genuine Advantage' yang akan mengubah layar komputer mereka menjadi hitam jika software yang diinstal tidak memenuhi tes validasi.
Dikutip detikINET dari Reuters, Kamis (23/10/2008), program ini merupakan senjata terakhir yang dilancarkan Microsoft untuk memerangi pembajakan di China, yang juga merupakan negara dengan tingkat pembajakan terbesar di dunia.
Selama ini Microsoft kelimpungan menghadapi maraknya pembajakan di Negeri Tirai Bambu tersebut. Diyakini mayoritas user di China menggunakan software bajakan, baik disadari maupun tidak.
"Mengapa Microsoft tiba-tiba tersambung dengan komputerku? Ini komputerku. Microsoft tidak berhak mengontrol hardwareku tanpa persetujuanku," protes salah seorang blogger.
Keluh kesah senada juga datang dari blogger lainnya. "Jika harga software asli lebih murah daripada yang bajakan, siapa yang akan memilih barang bajakan," tulis blogger lainnya.
Seorang pengacara Beijing, Dong Zhengwei, 35, bahkan mendeskripsikan Microsoft sebagai cracker terbesar di China karena mengobok-obok sistem komputer user tanpa persetujuan si pemilik.
"Saya menghargai hak Microsoft untuk melindungi kekayaan intelektualnya, tapi target dan cara yang dilakukan keliru. Seharusnya yang menjadi target adalah produser dan penjual, bukan user," tandasnya.
sumber:/jkt3.detikinet.com
Fransiska Ari Wahyu - detikinet
Software Bajakan (Ist.)
Jakarta - Pengguna komputer di China naik pitam gara-gara Microsoft meluncurkan tool anti pembajakan. Bahkan ada yang tak segan mendeskripsikan Microsoft sebagai cracker terbesar di China.
Kekesalan user ini terkait program 'Windows Genuine Advantage' yang akan mengubah layar komputer mereka menjadi hitam jika software yang diinstal tidak memenuhi tes validasi.
Dikutip detikINET dari Reuters, Kamis (23/10/2008), program ini merupakan senjata terakhir yang dilancarkan Microsoft untuk memerangi pembajakan di China, yang juga merupakan negara dengan tingkat pembajakan terbesar di dunia.
Selama ini Microsoft kelimpungan menghadapi maraknya pembajakan di Negeri Tirai Bambu tersebut. Diyakini mayoritas user di China menggunakan software bajakan, baik disadari maupun tidak.
"Mengapa Microsoft tiba-tiba tersambung dengan komputerku? Ini komputerku. Microsoft tidak berhak mengontrol hardwareku tanpa persetujuanku," protes salah seorang blogger.
Keluh kesah senada juga datang dari blogger lainnya. "Jika harga software asli lebih murah daripada yang bajakan, siapa yang akan memilih barang bajakan," tulis blogger lainnya.
Seorang pengacara Beijing, Dong Zhengwei, 35, bahkan mendeskripsikan Microsoft sebagai cracker terbesar di China karena mengobok-obok sistem komputer user tanpa persetujuan si pemilik.
"Saya menghargai hak Microsoft untuk melindungi kekayaan intelektualnya, tapi target dan cara yang dilakukan keliru. Seharusnya yang menjadi target adalah produser dan penjual, bukan user," tandasnya.
sumber:/jkt3.detikinet.com
Kamis, 23/10/2008 10:50 WIB
Pemilu Online Amerika Dihantui Isu Keamanan
Fino Yurio Kristo - detikinet
Pemilu online (dvice)
Florida - Tahap awal pemilihan umum di Amerika Serikat (AS) dimulai. Metode pemilu lewat internet pun bakal segera diujicoba bagi warga AS di luar negeri untuk mengetahui bagaimana efektifitasnya.
Sebelumnya, metode pemilu lewat internet pernah dicoba pada tahun 2004. Namun kala itu, masalah keamanan cyber membuat program tersebut batal diberlakukan. Saat ini, berbagai langkah telah dilakukan untuk mengantisipasinya.
Dikutip detikINET dari Vnunet, Kamis (23/10/2008), tentara AS yang mangkal di Inggris, Jerman dan Jepang berkesempatan untuk memilih secara online sebagai bagian dari uji coba bernama Okaloosa Distance Balloting Pilot (ODBP) yang dipusatkan di Florida.
"Proyek ODBP akan mengamankan pemilu untuk para pemilih di luar negeri. Tempat voting akan menyediakan teknologi yang transparan dan aman," demikian pernyataan dari ODBP.
Dengan alasan keamanan pula, laptop yang dipakai untuk memilih tidak dibekali hard drive untuk menghindari terjangan virus. Software yang dipakai bakal di-load langsung dari CD.
Pemilih juga bisa mencetak versi kertas untuk meneliti ulang pilihan mereka. Meski demikian, pemakaian teknologi online ini masih tetap mengundang keraguan berbagai pihak.
"Kita tak seharusnya mengizinkan pemilihan melalui dunia cyber ketika teknologinya belum aman. Solusi yang lebih murah dan aman seharusnya diadakan untuk pemilihan di luar negeri," demikian tanggapan dari Dan McCrea, presiden dari Florida Voters Coalition.
sumber /jkt3.detikinet.com
Pemilu Online Amerika Dihantui Isu Keamanan
Fino Yurio Kristo - detikinet
Pemilu online (dvice)
Florida - Tahap awal pemilihan umum di Amerika Serikat (AS) dimulai. Metode pemilu lewat internet pun bakal segera diujicoba bagi warga AS di luar negeri untuk mengetahui bagaimana efektifitasnya.
Sebelumnya, metode pemilu lewat internet pernah dicoba pada tahun 2004. Namun kala itu, masalah keamanan cyber membuat program tersebut batal diberlakukan. Saat ini, berbagai langkah telah dilakukan untuk mengantisipasinya.
Dikutip detikINET dari Vnunet, Kamis (23/10/2008), tentara AS yang mangkal di Inggris, Jerman dan Jepang berkesempatan untuk memilih secara online sebagai bagian dari uji coba bernama Okaloosa Distance Balloting Pilot (ODBP) yang dipusatkan di Florida.
"Proyek ODBP akan mengamankan pemilu untuk para pemilih di luar negeri. Tempat voting akan menyediakan teknologi yang transparan dan aman," demikian pernyataan dari ODBP.
Dengan alasan keamanan pula, laptop yang dipakai untuk memilih tidak dibekali hard drive untuk menghindari terjangan virus. Software yang dipakai bakal di-load langsung dari CD.
Pemilih juga bisa mencetak versi kertas untuk meneliti ulang pilihan mereka. Meski demikian, pemakaian teknologi online ini masih tetap mengundang keraguan berbagai pihak.
"Kita tak seharusnya mengizinkan pemilihan melalui dunia cyber ketika teknologinya belum aman. Solusi yang lebih murah dan aman seharusnya diadakan untuk pemilihan di luar negeri," demikian tanggapan dari Dan McCrea, presiden dari Florida Voters Coalition.
sumber /jkt3.detikinet.com
Kamis, 16 Oktober 2008
Selasa, 14 Oktober 2008
Langganan:
Postingan (Atom)


